Just another WordPress.com site

Terbaru

AHLUSSUNAH WALJAMA’AH

AHLUSSUNAH WALJAMA’AH

Ahlussunah Waljama’ah merupakan istilah yang terbentuk dari tiga kosa kata . kata :ahl,sunah dan jama’ah.

Secara bahasa (etimologi) ahl artinya keluarga,sunnah berarti jalan,sedah jama’ah adalah sekelompok orang.jadi secara bahasa Ahlussunah waljamaah berarti :mereka yang mengikuti jalan yang terpuji,yang berkumpul dan jumlahnya banyak.

Sedangkan secara terminologi (istilah) pengertian kata ahl tidak beda dengan pengertian secara kebahasaan,kecuali dengan meninjau kata yang menjadi sambungannya.contoh ahl Al-bait secara terminologi atau syar’i berarti keluarga nabi.Hal ini berbeda dengan ahl Al-bait secara kebahasaan yang berarti keluarga.

Kata assunah telah digunakan dengan pengertian yang berbeda-beda oleh para ulama’.kata al-sunah memiliki pengartian yang berbeda-beda tergantung konteks pembahasannya.ulama’-ulama’ yang memperhatikan kata al-sunah adalah ahli hadist ,ahli fiqih,ahli usul fiqih dan ahli aqidah.

Para ahli hadist mendefinisikan kata al-sunnah dengan segala apa yang disandarkan pada Rosululloh SAW,baik itu berupa perkataan,perbuatan,pengakuan dan sifat-sifat beliau baik setelah menjadi nabi atau sesudahnya.

Para ahli fiqih mendefinisikan al-sunah dengan perbuatan yang diperintahkan oleh syara’ tanpa diwajibkan atau di fardhukan

Para ahli usul fiqih mendefinisikan al-sunah sebagai sesuatu yang disandarkan pada Rosululloh SAW baik itu berupa ucapan,perbuatan maupun pengakuan yang bisa dijadikan hukum syar’i.

Para ahli aqidah menggunakan kata al-sunnah sebagai petunjuk Nabi Muhammad SAW dalam hal aqidah dan mencakup terhadap ilmu ,pengamalan dan perilaku Rosululloh SAW.Bahkan pengertian al-sunnah secara ilmu aqidah juga mencakup terhadap sesuatu yang dipegang oleh Khulafaur Rosyidin.

Pernyataan diatas memberikan sebuah gambaran pada kita bahwa para ulama mendefinisikan kata al-sunnah itu berbeda-beda,tergantung disiplin ilmu yang menjadi objek kajian masing-masing kelompok.

Berkaitan dengar pengertian al-sunah di atas ,para ulama’ cenderung menggunakan pengertian al-sunah yang digunakan oleh istilah ahli aqidah.KH.Hasyim Asy’ari memberikan pengertian al-sunah dengan mengutip pernyataan Abu al-baqo’ al-kafawi sebagai berikut:

Al-sunah secara kebahasaan adalah jalan meskipun tidak diridhoi oleh Alloh.Sedang secara syar’I,al-sunah adalah nama bagi jalan yang diridhoi oleh Alloh yang dilalui di dalam agama,yang telah dilalui oleh Rosululloh SAW atau selain beliau dari orang-orang yang menjadi panutan di dalam agama seperti para shohabat.Karena sabda Nabi Muhammad SAW ,’’wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rosyidin sesudahku’’.Sedangkan secara ‘uruf (tradisi),al-sunah adalah sesuatu yang ditekuni oleh seorang panutan ,baik ia seorang nabi maupun seorang wali’’.

Kata jama’ah secara terminologi adalah generasi sahabat,tabi’in dan generasi sesudahnya yang mengikuti Rosululloh SAW.Dalam konteks ini Al imam abdul Ghani al-Ghunaimi al-Madani berkata:Pengikut jama’ah adalah generasi sahabat,tabi’in dan generasi sesudahnya yang mengikuti Nabi Muhammad SAW.Yang dimaksud dengan ajaran Ahlussunah Waljama’ah adalah Ajaran yang di pegang teguh oleh Rosululloh SAW dan para sahabatnya yang mulia.Ajaran tersebut telah di tunjukkan oleh golongan terbesar umat islam dalam setiap masa.Mereka adalah jama’ah,kelompok yang menang dalam memperjuangkan kebenaran,dan golongan yang selamat diantara 73 golongan.

Uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa Ahlussunah Waljama’ah adalah golongan yang mengikuti ajaran yang diridhoi oleh Alloh,yaitu ajaran Nabi Muhammad SAW,sahabat dan tabi’in,serta generasi penerus beliau-beliau yang terdiri dari golongasn terbesar umat islam dalam setiap masa.Golongan tersebut layak disebut dengan nama al-jama’ah,kelompok pemenang dalam memperjuangkan kebenaran dan golongan yang selamat diantarta 73 golongan umat islam yang ada.

LAHIRNYA NAMA AHLUSSUNAH WALJAMAAH

            Sebagian kalangan berasumsi bahwa Ahlussunah Waljama’ah itu lahir pada masa imam madzhab.ada juga yang berasumsi Ahlussunah Waljama’ah lahir pada masa Al-Asy’ari dan Al-Maturidi .Tapi semua asumsi tersebut tidak berdasar jadi blum tentu kebenarannya.

Berdasarkan data sejarah yang ada setelah terjadi konflik internal pada masa kholifah Usman bin ‘Afan munculah berbagai aliran yg keluar dari ajaran islam yang murni,antara lain,khowarij,syiah,qodariah dan murjiah.Pada akhir periode shohabat Nabi Muhammad,istilah Ahlussunah Waljama’ah mulai diperbincangkan dan dipopulerkan bagi kaum muslimin yang masih berpegang teguh pada ajaran islam yang murni dan tidak terpengaruh pada aliran-aliran yang mainstream.Ini dapat kita buktikan dengan beberapa riwayat dari shohabat Nabi muhammad SAW generasi junior,yaitu Ibnu Abbas,Ibnu Umar dan Abu sa’id al-Khudri.

Pada masa tabi’in dan ulama’ salaf sesudahnya kata Ahlussunah Waljama’ah semakin populer diperbincangkan oleh ulama’ terkemuka,salah satunya adalah Imam Malik bin Anas pendiri madzhab maliki.

Imam malik bin Anas ketika ditanya tentang Ahlussunah Waljama’ah beliau menjawab sebagai berikut:Seorang laki-laki datang kepada Imam Malik,lalu bertanya:’’Wahai Abu Abdillah,aku akan bertanya kepadamu suatu persoalan,aku akan menjadikan Anda sebagai hujjah antara aku denganAlloh SWT.Imam Malik menjawab:MasyaAlloh.Tidak ada kekuatan tanpa pertolongan Alloh.Bertanyalah..!ia berkata : ‘’Siapa Ahlussunah itu?” ImamMalik menjawab:’’ Ahlussunah adalah golongan yang tidak memiliki julukan sebagai pemgenal mereka seperti nama jahmiah,Qodariah dan Rafidhah.

Pernyataan Imam Malik di atas memberikan kita suatu ksimpulan bahwa pada periode salaf istilah Ahlussunah waljama’ah diperuntukkan bagi mereka yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.Istilah tersebut menjadi nama bagi kaum muslimin yang bersih dari aliran sempalan seperti Syiah,khowarij dll.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Ahlussunah Waljama’ah merupakan kelangsungan alamiah dari kaum muslimin generasi pertama yang selalu setia pada ajaran Rosululloh SAW dan menerapkan ajaran Beliau dalam prinsip-prinsip dan hukum keagamaan.Kita tidak mampu memastikan kapan titik awal sebenarnya nama Ahlussunah Waljama’ah itu muncul,kecuali jika kita mengatakan bahwa titik awal muncul Ahlussunah Waljama’ah itu adalah titk awal munculnya Islam itu sendiri.Ahlussunah Waljama’ah adalah aliran yang murni dan asli dari islam,sedang yang lain hanyalah sempalan-sempalan yang menyimpang dari ajaran murni tersebut.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa nama Ahlussunah Waljama’ah muncul pada akhir generasi sahabat tapi ajarannya sudah ada mulai dari lahirnya Islam itu sendiri.Seperti halnya Nahdlotul Ulama lahir tahun 1926 tetapi ajarannya sudah ada sebelum organisasi Nahdlotul Ulama didirikan.

AHLUSSUNAH WALJAMA’AH DAN AL-FIRQOH ANNAJIYAH

AL-FIRQOH ANNAJIYAH

            Al-firqoh annajiyah maksudnya adalah golongan yang selamat.Dalam sekian banyak hadis telah diterangkan bahwa Islam akan terbagi menjadi 73 aliran,72 aliran akan masuk neraka dan 1 golongan yang akan selamat(al-firqoh al-najiyah)

Dalam sebuah hadits ,Abu Huroiroh berkata : (yang artinya)Rosululloh SAW bersabda:’’Orang Yahudi telah berpecah belah menjadi 71 atau 72 golongan.Orang Nasrani juga demikian.Umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan’’.Abu Isa al-tirmidzi berkata’’Hadits ini hasan shahih’’.

‘’Dari Mu’awiyah bin Abi sufyan,bahwa Rosululloh SAW bersabda: (yang artinya) ‘’Sesungguhnya orang sebelum kamu dari pengikut Ahlil-kitab terpech belah menjadi 72 golongan.Dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan,72 golongan akan masuk neraka,dan satu golongan yang akan masuk syurga,yaitu golongan al-jama’ah.’’

Dari hadits-hadits diatas dan hadits-hadits yang tidak kami sebutkan,bisa kita simpulkan bahwa umat islam akan terbagi menjadi 73 golongan dan hanya satu golongan yang akan masuk syurga sedang golongan yang lain akan masuk neraka.satu golongan yang selamat (al-firqoh annajiyah)adalah al-jama’ah atau Ahlussunah Wahjama’ah yaitu mereka yang berpegang teguh pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

SIAPAKAH AHLUSSUNAH WALJAMA’AH ITU???

            Perdebatan dalam menentukan siapakah Ahlussunah Waljama’ah yang sesungguhnya dari sekian banyak aliran dalam islam tidak di ikuti oleh semua aliran.Karena tidak semua menamakan dirinya Ahlussunah Waljama’ah.Syiah contohnya,mereka tidak menamakan dirinya Ahlussunah Waljama’ah,Mu’tazilah pun demikian,tidak menamakan dirinya Ahlussunah Waljam’ah.

Dari sekian banyak golongan dalam islam,hanya dua golongan yang menyatakan bahwa mereka Ahlussunah Waljama’ah.Pertama,para pengikut imam Al-Asy’ari dan Al-Maturidi.Dan yang kedua,pengikut paradigma Syaikh Ibnu Taimiyah al-harrani,yang dewasda ini dikenal dengan nama salafi-wahab.Kedua aliran inilah yang selama ini melakukan pertarungan ideologi,tetapi kemenangan selalu berada pada kelompok yang pertama,yaitu pengikut Al-Asy’ari dan Al-Maturidi.Sehingga nama Ahlussunah Waljama’ah selalu identik dengan madzhab Al-Asy’ari dan Al-maturidi.Kaum muslimin dari berbagai aliran yang ada menganggap madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi sebagai representasi Ahlussunah Waljama’ah.

Dalam konteks ini Al-Imam Tajuddin al-Subkhi berkata:’’Mereka pengikut madzhab Hanafi,Syafi’I,Maliki dan kaum utama dari pengikut hambali-segala puji hanya bagi Alloh.dalam hal aqidah satu kesatuan,semua mengikuti pendapat Ahlussunah Waljama’ah,Mereka tunduk kepada Alloh dengan mengikuti jejak guru al-sunnah,Abu al-Hasan al-Asy’ari Rohimahulloh.Tidak berpaling dari jejak al-Asy’ari kecuali kaum jelata dari pengikut Hanafi dan Syafi’i.yang bergabung dengan kaum mu’tazilah,dan kaum jelata dari pengikut hambali yang bergabung dengan kaum mujassimah (berbendapat bahwa Alloh berupa benda).Alloh telah membersihkan pengikut madzhab maliki,sehingga kami tidak pernah melihat seorang maliki kecuali mengikuti aqidah al-Asy’ari.Kesimpulannya,akidah Asy’ari adalah ajaran yang dikandung oleh aqidahnya Abu Ja’far al-Thohawi,yang disambut oleh para ulama’ berbagai madzhab dengan diterima.Dan mereka ridho menerimanya sebagai aqidah.Kami telah mengakhiri buku kami Jamu’ al-Jawami’ dengan suatu bahasan aqidah yang telah kami sebutkan bahwa generasi salaf berpegang teguh atasnya.Aqidah tersebut memiliki banyak kesamaan dengan aqidah Abu Ja’far al-Thohawi.aqidah Abu Qosyim al-Qusyairi dan aqidah yangf bernama al-mursyidah,dalam prinsip-prinsip Ahlussunah waljama’ah.

Lebih tegas lagi,al-Imam al-Hafizh al-zabidi Rohimahulloh berkata,yang Arinya:’’Apabila istilah Ahlussunah Waljama’ah diucapkan,maka yang dimaksud mereka adalah para pengikut madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi,Al-Khayali berkata dalam komentarnya terhadap kitab al-‘Aqoid:’’Asy’ariahlah Ahlussunah Waljama’ah.Ini yang populer di negri Khurasan,Iraq,Syam,dan sebagian besar wilayah (islam).Sedangkan diseberang sungai Amudaria.Ahlussunah Waljama’ah diucapkan atas golongan al-Maturidiyah,pengikut Abu Mansyur Almaturidi’’.Al-Kustuli berkatadalam catatannya atas keterangan tersebut:’’Yang populer dari Ahlussunah di negri-negri Khurasan,Iraq,Syam dan sebagian besar wilayah,adalah golongan Asy’ariah,pengikut Abu Hasan al-Asy’ari.orang pertama yang menentang Abu Ali al-Jubba’I dan mencegah dari madzhabnya,menuju al-Sunnah yaitu jalan Nabi Muhammad SAW,dan aljama’ah ya’ni jejak para sahabat.Dinegri sebrang sungai amudaria,Ahlussunah adalah golongan Maturidiyah,pengikut Abu Manshur al-Maturidi,murid Abu Nashr al’iyadhi,murid Abu Bakar al-juzajani,murid Abu Sulaiman al-Juzajani,Murid Muhammad bin al-Hasan,murid Imam Abu Hanifah’’.

Mengakhiri pembasan pada bab ini,mungkin masih bertanya-tanya kenapa pengikut al-Asy’ari dan al-Maturidi yang disebut Ahlussunah Waljama’ah.Dalam hal ini.al-Imam al-Sayyid Abdullah bin Alwi al-haddad berkata: (yang artinya)’’Anda apabila melihat dengan pemahaman yang lurus dari hati yang bersih,terhadap nash-nash al-Qur’an dan Sunnah yang mengandung ilmu-ilmu keimanan,dan anda menelaah biograf kaum salaf yang shaleh dari generasi sahabat dan tabi’in,maka aAnda pasti mengetahui dan membuktikan bahwa kebenaran bersama golongan yang disebut dengan Asy’ariyah,nisbat kepada Syaikh Abu al-Hasan al-Asy’ari Rohimahulloh.Beliau telah menyusun kaidah-kaidah aqidah Ahlul Haqq (pengikut kebenaran) dan menulis dalil dalilnya.Akidah tersebut adalah aqidah yang telah disepakati oleh para sahabat dan generasi sesudahnya dari kaum terbaik tabi’in.Aqidah tersebut aqidah Ahlul Haqq dalam setiap waktu dan tempat.Juga aqidah mayoritas ahli tasawuf sebagaimana diceritakan oleh Abu al-Qosim al-Qusyairi di bagian awal Risalahnya.Juga dengan memuji kepada Alloh,aqidah kami,dan aqidah para pendahulu kami sejak Rosululloh SAW hingga hari ini.Sedangkan golongan Maturidiyah,sama dengan Asy’ariah dalam semua hal yang telah disebutkan.

Kutipan dari al-imam al-Sayyid Abdullah bin Alwi al-haddah dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang benar serta hati yang bersih dalam memahami nash-nash dalam al-Qur’an dan sunnah,serta jejak generasi salaf yang saleh,insyaAlloh akan mengantarkan pada pemahaman dan kyakinan bahwa madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi adalah representasi dari Ahlussunah Waljama’ah dan pengikut kebenaran sepanjang masa.

Refrensi:Muhammad Idrus Ramli,bekal pembela AHLUSSUNAH WALJAMA’AH menghadapi radikalisme SALAFI-WAHABI.2013,Aswaja NU center Jawa timur.

Yakin bahwa madzhab al-Asy’ari dan al’maturidi adalah Ahlussunah Waljama’ah yang sejati,tanpa harus kita menjelekan yang lain.

Laachaula walaa quwwata illaa billaaah

PIAGAM MADINAH

Umat islam memulai hidup bernegara setelah Nabi hijrah ke Yathrib,yang kemudian berubah nama menjadi Madinah.Di Yathrib atau madinah untuk pertama kali lahir satu komunitas islam yang bebas dan merdeka dibawah pimpinan Nabi,dan terdiri dari para pengikut Nabi yang datang dari Makkah (Muhajirin) dan penduduk Madinah yang telah memeluk agama islam,serta yang telah mangundang Nabi untuk hijrah ke Madinah (Anshor).Tetapi umat islam dikala itu bukan satu-satunya komunitas di Madinah.Diantara penduduk Madinah juga terdapat komunitas-komunitas yang lain,yaitu orang-orang Yahudi dan sisa suku –suku Arab yang belum mau masuk Islam dan masih tetap memuja berhala.Dengan kata lain umat Islam di Madinah merupakan suatu komunitas yang majmuk.

Tidak lama setelah Nabi menetap di Madinah,atau menurut sebagian ahli sejarah belum cukup dua tahun dari kedatangan Nabi di kota itu,beliau mempermaklumkan suatu piagam yang mengatur kehidupan dan hubungan antara komunitas-komunitas yang merupakan komponen-komponen masyarakat yang majemuk di Madinah.Piagam tersebut lebih dikenal dengan Piagam Madinah.

Banyak diantara pemimpin dan pakar ilmu politik islam beranggapan bahwa Piagam Madinah adalah konstitusi atau undang-undang dasar bagi negara Islam yang pertama dan yang didirikan Oleh Nabi di Madinah.Oleh karenanya telaah yang seksama atas piagam itu menjadi sangat penting dalam rangka kajian ulang tentang hubungan antara Islam dan ketatanegaraan.Untuk mendapatkan pengertian yang utuh mengenai isi piagam itu,berikut ini di kutipkan naskah piagam selengkapnya:

Bismillahirrohmanirrohim

1.Ini adalah naskah perjanjian dari Muhammad,Nabi dan Rosul Alloh,mewakili pihak kaum Muslimin yang terdiri dari warga Quraisy dan warga Yathrib serta para pengikutnya yaitu mereka yang beriman dan ikut serta berjuang bersama mereka.

2.Kaum Muslimin adalah umat yang bersatu utuh,mereka hidup berdampingan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang lain.

3.Kelompok Muhajirin yang berasal dari warga Quraisy,dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah ,mereka bahu-membahu membayar denda yang perlu di bayarkan.Mereka membayar dengan baik tebusan bagi pembebasan anggota yang ditawan.

4.Bani ‘Auf dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

5.Bani Al-Harist (dari warga Al-Khozroj) dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

6.Bani Sa’idah dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

7.Bani Jusyam dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

8.Bani An-Najar dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

9.Bani ‘Amr bin ‘Auf dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

10.Bani An-Nabit dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

11.Bani Al-Aus dengan tetap memegang teguh prinsip aqidah,mereka bahu-membahu membayar denda pertama mereka.Setiap kelompok dengan baik dan adil membayar tebusan bagi pembebasan warganya yang ditawan.

12.(a) Kaum Muslimin tidak membiarkan seseorang muslim yang dibebani dengan utang atau beban keluarga.Mereka memberi bantuan dengan baik untuk keperluan membayar tebusan atau denda.(b) Seorang muslim tidak akan bertindak tidak senonoh terhadap sekutu (tuan atau hamba sahaya) Muslim yang lain.

13.Kaum Muslim yang taat (bertaqwa) memiliki wewenang sepenuhnya untuk mengambil tindakan terhadap seorang Muslim yang menyimpang dari kebenaran atau berusaha menyebarkan dosa,permusuhan dan kerusakan dikalangan kaum Muslimin.Kaum Muslimun berwenang untuk bertindak terhadap yang bersangkutan sungguhpun ia anak Muslim sendiri.

14.Seorang muslim tidak diperbolehkan membunuh orang muslim lain untuk kepentingan orang kafir,dan tidak diperbolehkan pula menolong orang kafir dengan merugikan orang Muslim.

15.Jaminan (perlindungan) Alloh hanya satu.Alloh berada dipihak mereka yang lemah dalam menghadapi yang kuat.Seorang muslim,dalam pergaulannya dengan pihak lain,adalah pelindung bagi orang Muslim yang lain.

16.Kaum Yahudi yang mengikuti kami akan memperoleh pertolongan dan hak persamaan serta akan terhindar dari perbuatan aniaya dan perbuatan makar yang merugikan.

17.Perdamain bagi kaum Muslimin adalah satu.Seorang muslim tidak akan mengadakan perdamaian dengan pihak luar Muslim dalam perjuangannya menegakkan agama Alloh kecuali atas dasar persamaan dan keadilan.

18.Keikut sertaan wanita dalam berperang dengan kami dilakukan secara bergilirn.

19.Seorang muslim dalam rangka menegakkan Agama Alloh,menjadi pelindung bagi Muslim yang lain disaat menghadfapi hal-hal yang mengancam keselamatan jiwa.

20.(a)Kaum Muslimin yang taat berada dalam petunjuk yang paling baik dan benar.(b)Seorang musyrik tidak diperbolehkan melindungi harta dan jiwa orang Quraisy dan tidak diperbolehkan mencegahnya untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang Muslim.

21.Seorang yang ternyata berdasarkan bukti-bukti yang jelas membunuh seorang Muslim,wajib dikishos (dibunuh),kecuali bila wali terbunuh memaafkan.Dan semua kaum Muslimin mengindahkan pendapat wali tebunuh.Mereka tidak diperkenankan mengambil keputusan kecuali dengan mengindahkan pendapatnya.

22.Setiap Muslim yang telah mengakui perjanjian yang tercantum dalam naskah perjanjian ini dan ia beriman kepada Alloh dah Hari Akhirat,tidak diperkenankan membela atau melindungi pelaku kejahatan (kriminal),dan barang siapa yang membela atau melindungi orang tersebut,maka ia akan mendapat laknat dan murka Alloh pada Hari Akhirat.Mereka tidak akan mendapat pertolongan dan tebusanya tidak dianggap sah.

23.Bila kami sekalian berbedha pendapat dalam sesuatu hal,hendaklah perkaranya diserahkan kepada (ketentuan)Alloh dan Muhammad.

24.Kedua pihak:Kaum Muslimin dan kaum Yahudi bekerja sama dalam menanggung pembiayaan dikala mereka melakukan perang bersama.

25.Sebagai satu kelompok,Yahudi Bani ‘Auf hidup berdampingan dengan kaum Muslimin.Kedua pihak memiliki agama masing-masing.Demikian pula halnya dengan sekutu dan diri masing-masing.Bila diantara mereka ada yang melakukan aniaya dan dosa dalam hubungan ini,maka akibatnya akan ditanggung oleh diri dan warganya sendiri.

26.Bagi kaum yahudi Bani An-Najjar berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.

27.Bagi kaum yahudi Bani Al-Harits berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.

28.Bagi kaum yahudi Bani Sa’idah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.

29.Bagi kaum yahudi Bani Jusyam berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.

30.Bagi kaum yahudi Bani Al-Aus berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.

31.Bagi kaum Yahudi Bani Tsa’labah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf .Barang siapa yang melakukan aniaya atau dosa dalam hubungan ini maka akibatnya akan ditanggung oleh diri dan warganya sendiri.

32.Bagi warga jafnah,sebagai anggota warga Bani Tsa’labah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi Bani Tsa’labah.

33.Bagi Bani Syutaibah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf.Dan bahwa kebajikan itu berbeda dengan perbuatan dosa.

34.Sekutu (hamba sahaya) Bani Ysa’labah tidak berbeda dengan Bani Tsa’labah itu sendiri.

35.Kelompok-kelompok keturunan Yahudi tidak berbeda dengan kaum Yahudi itu sendiri.

36.Tidak dibenarkan seseorang menyatakan keluar dari kelompoknya kecuali mendapat izin dari Muhammad.Tidak diperbolehkan melukai (membalas) orang lain melebihi kadar perbuatan jahat yang telah diperbuatnya.Barang siapa yang membunuh oranglain sama dengan membunuh diri dan keluarganya sendiri,terkecuali bila orang itu melakukan aniaya.Sesungguhnya Alloh memperhatikan ketentuan yang paling baik dalam hal ini.

37.Kaum Yahudi dan kaum Muslimin membiayai pihaknya masing-masing.Kedua belah pihak akan membela satu dengan yang lain dalam menghadapi pihak yang memerangi kelompok-kelompok masyarakat yang menyetujui piagam perjanjian ini.Kedua belah pihak juga saling memberikan saran dan nasihat dalam kebaikan,tidak dalam perbuatan dosa.

38.Seseorang tidak dipandang berdosa karena dosa sekutunya,dan orang yang teraniaya akan mendapat pembelaan.

39.Daerah-daerah Yathrib terlarang perlu dilindungi dari setiap ancaman untuk kepentingan penduduknya.

40.Tetangga itu seperti halnya diri sendiri,selama tidak merugikan dan tidak berbuat dosa.

41.Sesuatu kehormatan tidak dilindungi kecuali atas izin yang berhak atas kehormatan itu.

42.Sesuatu peristiwa atau perselisihan yang terjadi antara pihak-pihak yang menyetujui piagam ini dan dikhawatirkan akan membahayakan kehidupan bersama harus diselesaikan atas ajaran Alloh dan Muhammad sebagai utusan-Nya.Alloh akan memperhatikan isi perjanjian yang paling dapat memberikan perlindungan dan kebajikan.

43.Dalam hubungan ini warga yang berasal dari Quraisy dan warga lain yang mendukungnya tidak akan mendapatkan pembelaan.

44.Semua warga akan saling bahu-membahu dalam menghadapi pihak lain yang melancarkan serangan terhadap Yathrib.

45.(a)Bila mereka (penyerang) diajak untuk berdamai dan memenuhi ajakan itu serta melaksanakan perdamaian tersebut maka perdamain tersebut dianggap sah.Bila mereka mengajak berdamai seperti itu,maka kaum Muslimin wajib memenuhi ajakan serta melaksanakan perdamaian tersebut,selama serangan yang dilakukan tidak menyangkut masalah agama.

46.Kaum Yahudi Aus,sekutu (hamba sahaya) dan dirinya masing-masing memiliki hak sebagaimana kelompok-kelompok lainnya yang menyetujui perjanjian ini,dengan perlakuan yang baik dan sesuai dengan semestinya dari kelompok-kelompok tersebut.Sesungguhnya kebajikan itu berbeda dengan perbuatan dosa.setiap orang harus bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang dilakukannya.Dan Alloh memperhatikan isi perjanjian yang paling murni dan paling baik.

47.Surat perjanjian ini tidak mencegah (membela) orang yang berbuat aniaya dan dosa.Setiap orang dijamin keamanannya,baik sedang berada di Madinah maupun sedang berada di luar Madinah,kecuali orang yang berbuat aniaya dan dosa.Alloh pelindung orang yang berbuat kebajikan dan menghindari keburukan.

Muhammad Rosululloh S. A. W

Menurut H.Munawir Sjadzali.M.A.batu-batu dasar yang telah diletakkan oleh Piagam Madinah sebagai landasan bagi kehidupan bernegara untuk masyarakat majemuk di Madinah adaah:

1.Semua pemeluk islam,meskipun berasal dari banyak suku,tetapi merupakan satu komunitas.

2.Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara anggota komunitas Islam dengan anggota komunitas-komunitas yang lain didasarkan atas prinsip-prinsip : (a) Bertetangga baik ;(b) saling membantu dalam menghadapi musuh bersama ;(c) Membela mereka yang teraniaya ; (d) Saling menasihati ; dan (e) Menghormati kebebasan beragama.

Ref:Munawir Sadzali,Islam dan Tatanegara,UI press.Jakarta

DUNIA PUTIH ABU-ABU

Kata orang ,masa SMA adalah masa yang paling indah,sebagai pendatang baru di Dunia Putih Abu-abu,nha,nanti kalian akan  buktikan sendiri,,

Masa SMA bagi sebagian orang merupakan masa keEmasan,dimana kita mencoba banyak hal,tp kita juga harus Hati-hati terkadang dengan sadar atau tanpa sadar kita sering menghalalkan segala cara untuk pencarian jatidiri,dimasa ini kita akan banyak menemukan hal yang baru,mulai dengan teman yang baru dengan berbagai karakternya yang beragam,guru-guru baru,pelajaran yang menuntut konsentarasi yang lebih banyak,juga dengan berbagai kegiatan ekstra yang ditawarkan oleh sekolah,Dengan berbagai hal yang baru itu ,tentunya kita harus selektif dalam memilih dan memilahnya,jangan sampai salah pilih dan akhirnya menyesal sendiri,pada masa ini pula kita akan dituntut untuk berfikir dan bertindak secara lebih bijak dan dewasa.kedengarannya memang agak berlebihan,namaun sebenarnya masa transisi ini merupakan masa yang tepat untuk belajar menerima tanggung jawab yang lebih berat dan tentunya memerlukan keseriusan dan menyingkirkan sikap kekanak-kanakan yang sebelumnya masih sering muncul dalam diri kita.

Memang tidak salah kalau kita ingin merasakan kesenangan masa-masa SMA,tetapi kesenangan itu jangan sampai keluar dari hokum-hukum Syari’at dan justru menutup matakita pada berbagai kesempatan besar untuk mengembangkan diri dan meraih prestasi.jangan sampai kita terjebakpada budaya santai yang banyak di usung oleh Remaja-remaja pemalas masa kini.Na’udzubillahimindzalik.

Padahal jika kita berkaca pada sejarah masa lalu,kita dapat menengok kisah Ibnu taimiyah yang mulai meberikan fatwa sasat usia 19 tahun,Dan juga tentang Syaikh bin abbas atu mujtahid kita Al imamussyafi’i yang mampu maenghafal keseluruhan Al-Quran sebelum beliau balig,dan masih banyak lagi tokoh-tokoh Muda islam yang Sukses,kita perlu ingat bahwa kesuksesan tidak dapat diukur dengan banyaknya harta ataupun tingginya kedudukan,tetapi kesuksesan adalah dimana saat kita dapat mengenal Alloh dan berani untuk taat kepada-Nya.sungguh akan menyesal seorang remaja yang membuang waktu mudanya hanya dengan senang senang.

Kita baru akn merasakan betapa berharganya sesuatu,saat kita kehilangan..Kita baru merasakan nikmatnya sehat saat kita sakit,enaknya makan saat kita lapar,begitu pula nanti saat kita tua,kita akan merindukan masa-masa muda !

Ya,masa muda yang sekarang kita jalani ini terkadang kita rasakan hanya sekedar hokum alam yang akan dialami pula oleh smua manusia yang hidup dimuka bumi ini,sehingga terkadang kita lupa kalau ada banyak hal yangharus kita perjuangkan untuk kehidupan selanjutnya,,

Maka,bukan saatnya lagi kita berpedoman ‘’Mumpung muda santai aja’’!tapi menggantinya dengan mumpung muda lakukan yang terbaik..

Ref:Buku Remaja Dalam Pelukan Dosa karya Mudrikah Rofin n tambai aku Dw

METODE BELAJAR DAN MENGHAFAL CEPAT DAN BERMUTU

1.Tanamkan rasa senang pada materi yang akan anda baca atau hafalkan.

2.Anggap mudah setiap materi yang akan anda baca.

3.Jangan hiraukan keadaan sekitar atau pikiran-pikiran diluar materiyang anda pelajari dan belajarlah dengan rileks tapi serius.Jean Marie Stine berpendapat ”jaringan otak manusia sebenarnya melebihi jaringan komputer manapun” karena otak kita dapat menggunakan 100 milyar bit informasi dan dapat bergerak lebih dari 300 mil perjam.dan satu-satunya kunci untuk mengoptimalkan fungsi otak adalah dengan cara peningkatan konsentrasi.

4.Simpulkan yang anda baca dengan menulisnya dalam bentuk catatan-catatan.Misalnya anda mempelajari tentang istihadhoh,simpulkan dengan ringkas tentang macam-macam istihadhoh dan buatlah skema pembagiannya.

5.Catatlah keterangan-keterangan yang dianggap penting.

KIAT MEMBACA KITAB KOSONGAN

Sebenarnya untuk membaca kitab kosongan tidak terlalu sulit,sebab untuk hal itu kita cukup dengan bekal

1.Al-jurumiah (Nahwu)

2.Tasrif

3.Kamus

Gus maksum (KH.Ma’sum Jauhari,Pengasuh PonPes Lirboyo Kediri) pernah menceritakan bahwa Kyai Mad Jipang (Kyai Muhammad,Karena ngajinya gampang  kemudian mendapat julukan Mad Jipang) hanya dengan bekal Tasrif dan Al-Jurumiah bisa membaca Fathul Wahab kosongan.

KIAT-KIAT AMPUH KYAI ABDUL AZIZ MANSYUR (Pengasuh PonPes Tarbiatun Naasihin Pacul Gowang)

1.Ikutilah pengajian kitab kecil-kecilan

2.Ma’nani sendiri kitab yang akan anda pakai ngaji sebisa bisanya dengan bekal Al-jurumiah ,tasrif dan Kamus.

3.Ketika mengaji jangan di ma’nani,tapi simaklah dan cocokanlah antara ma’na anda dengan ma’na yang diberikan oleh Qori’.

4.Jika cocok berarti anda sudah ada kemajuan.jika belum maka koreksilah.kenapa ma’na atau tarkib anda tidak sama dengan ma’na yang diberikan sang Qori’.

5.Jika sudah terbiasa ma’nani dan narkib sendiri,biasakan membaca kitab-kitab kosongan sendiri tanpa di tashehkan dihadapan Qori’.

6.Jika menemukan lafadz yang sulit di tarkib atau di ma’nai,tandai saja dengan garis bawah.Mungkin itu termasuk kata-kata yang jarang dipakai,atau kemungkinan lain salah dalam pencetakan.Coba cocokan dengan naskah yang lain.

7.Untuk lebih meyakinkan kemampuan anda.bacalah kitab kosongn dengan cara disimak oeh sang qori’.

8.Dalam beberapa bulan anda akan menjadi kutu kitab dan akan kecanduan mutholaah.

9.Sekarang hiburan nda bukan TV,tetapi baca dan baca.

10.dan anda sekarang punya hobi baru yaitu mengoleksi kitab-kitab berbahasa Arab.

REF:Buku RAHASIA SUKSES FUQOHA

PEMAHAMAN TERHADAP AHLUSSUNAH WALJAMA’AH

Paham Ahlussunah Waljama’ah sebenarnya telah terformat sejak masa awal islam yang ajarannya merupakan pengembangan pemikiran yang telah dirumuskan sejak periode Shohabat dan Tabi’in.Yaitu pemikiran keagamaam yang menjadikan Hadis sebagai rujukan pertama setelah Al-Quran.Istilah Ahlussunah Wa-jama’ah awalnya merupakan nama bagi aliran As’ariah dan Maturidiah yang timbul karena reaksi dari paham Muktazilah yang pertama kali disebarkan oleh Wasil bin Ato’ pada tahun 100H/781 M dan mencapai puncaknya pada masa kholifah Abasiyah,yaitu Al-makmun (981-833M),Al-mu’tasim (833-842 M) dan al-Wasiq (842-847 M).Pengaruh ini semakin kuat ketika paham muktazilah dijadikan sebagai madzhab resmi yang dianut negara pada masa Al-Ma’mun.

Imam Al Asy’ari dan dan Abu Mansur Al Maturidi adalah dua sosok yang memiliki tempat tersendiri dikalangan kaum Sunni karena melalui dua ulama’ kharismatik itulah  Ahlussunah Waljama’ah lahir sebagai faham ideologi keagamaan.Paham ini lahir sebagai reaksi terhadap perkembangan pemikiran kelompok muktazilah yang begitu ”liar’,dimana doktrin ketuhanan dan keimanannya  semakin menimbulkan kegoncangan spiritual ideologis yang dasyat.

Kaitannya denagn pandangan Jabariah yang fatalistik tentang nasib serta pandangan Qodariah yanag berfaham tentang kemampuan manusia untuk menentukan perbuatannya,seperti dalam tatapan ideologis kaum Syi’ah dan Mu’tazilah,kaum Sunni (baca : Ahlussunah Waljama’ah) membuat garis batas yang jelas terhadap kedua kelompok tersebut.Secara epistimologi Ahlussunah Waljama’ah bisa diartikan sebagai”Para penganut tradisi Nabi Muhammad SAW dan ijma’ ulama’ ”.

Adapun secara terminologi,Ahlussunah Waljama’ah berarti ”Ajaran islam yang murni sebagai mana yang diajarkan dan diamlkan oleh Rosululloh SAW,bersama para Sahabatnya.Pengertian ini mengacu pada hadist Nabi yang terkenal: ”Hal mana Nabi memprediksikan bahwa suatu saat kelak umat Islam akan terpecah kedalam 73 golongan,semua celaka kecuali satu firqoh,yaitu mereka yang berpegang teguh pada pegangan beliau dan pegangan para sahabat – sahabatnya”.dalam hadist lain yang senada,golongan yang selamat ini disebut sebagai Ahlussunah Waljama’ah.

TANTANGAN YANG HARUS DIHADAPI DALAM PELESTARIAN AHLUSSUNAH WALJAMA’AH

Ada beberapa tantangan yang harus kita hadapi dan waspadai agar generasi kita baik itu dari IPNU-IPPNU,ANSOR-FATAYAT maupun yang lainnya tidak mudah untuk mengikuti ideologi tersebut.

Tantangan-tantangan tersebut antara lain:

1.Munculnya ideologi-ideologi islam,kelompok radikal,dan kelompok islam politik.

2.Munculnya isu-isu pro pasar dan mendukung sepenuhnya proses penyebaran liberalisme di Indonesia,demokrasi,pluralisme,multi kulturalisme dan masih banyak lagi.

3.munculnya aliran-aliran sempalan islam seperti aliran Lia Eden,Ahmadiah dll.

Kemunculan berbagai ideologi dan pemikiran ini harus segera di jawab,tetapi bukan dengan reaksioner atau perlawanan melainkan dengan cara membumikan atau menanamkan yang kuat akan ajaran Ahlussunah waljama’ah menjadi lebih aplikatif,transformatif,dan berpihak pada kelompok-kelompok yang terpinggirkan.

REF:Buku Ke-NU-an.MA/SMA/SMK Klas XI